Pemerintah Berlin berbagi pengalaman mengenai integrasi moda transportasi publik, pengembangan sistem multimoda, serta perencanaan kawasan Transit Oriented Development (TOD). Praktik-praktik tersebut sangat relevan dengan prioritas Jakarta untuk memperluas jaringan MRT, meningkatkan konektivitas antarmoda, serta menghadirkan ruang kota yang aman dan ramah bagi pejalan kaki.
“Kami ingin menghadirkan kota yang manusiawi, kota yang berpihak pada warganya. Pembelajaran dari Berlin membantu kami mempercepat transformasi itu,” tutur Gubernur Pramono.
Selain itu, kedua pemimpin membahas penguatan sektor ekonomi kreatif dan inovasi. Salah satu agenda utama adalah pengembangan Jakarta Future City Hub, ruang kolaborasi yang terinspirasi dari ekosistem kreatif Berlin dan ditujukan untuk mendorong pertumbuhan industri kreatif, khususnya di kalangan anak muda dan pelaku start up.
“Kota masa depan adalah kota yang memberi ruang bagi kreativitas, inovasi, dan keberanian anak-anak mudanya. Kemitraan dengan Berlin memperkuat fondasi tersebut,” ujar Gubernur Pramono.
Pertemuan di Rotes Rathaus juga mempertegas upaya Jakarta untuk masuk dalam Top 50 Global Cities pada 2030 dan Top 20 pada 2045. Untuk mempererat hubungan jangka panjang, Gubernur Pramono secara resmi mengundang Mayor Wegner untuk menghadiri perayaan 500 Tahun Kota Jakarta pada 2027, sebagai simbol kedekatan dan komitmen kolaborasi kedua kota.
Kunjungan bilateral ini menjadi salah satu tonggak penting dalam perjalanan transformasi Jakarta menuju kota global yang inklusif, modern, dan berkelanjutan. Dengan kepemimpinan yang visioner, Jakarta menempatkan dirinya dalam jejaring kota-kota dunia yang aktif berkolaborasi, memastikan bahwa pembangunan tidak hanya beradaptasi pada dinamika global, tetapi turut memberikan kontribusi terhadap masa depan perkotaan dunia. (rlskmfodki)