Ketika IKKELA ‘Jajan Imun’ di Kadudampit, Sukabumi
Sukabumi Ikkela.com (1/12/2025) – Sabtu pagi udara cerah. Langit biru menjanjikan kehangatan. Perjalanan kelompok IKKE kali ini menuju Kadudampit, Sukabumi
Menempuh perjalanan hampir 4 jam tibalah kami. Disambut pemilik Latar Ijo, suami istri Yoko dan Widji ditemani sahabatnya Yudi F Nursal. Tak hanya senyum yang ramah ragam kukusan singkong, jagung, ubi ikut menyambut kami. Menjadi camilan yang cocok dengan suasana yang sejuk.
Beberapa teman menuju gazebo ‘tiduran’ melepas penat. Ditingkahi suara air mancur, angin sepoi-sepoi dan suasana yang hening cocok bagi yang ingin melipir sejenak dari keriuhan kota.
Akhirnya semua teman sudah tiba. Kami segera menyantap makan siang. Sup Timlo yang lezat, ayam goreng, sambal, kerupuk begitu lezat disantap.
Memang untuk kali pertemuan ini kami tidak mengundang banyak teman yang lain. Banyak yang tidak bisa bergabung. Namun begitu tak menyurutkan keriuhan dan keseruan yang ada.
Berkumpul menjadi sarana kami untuk saling berbagi kabar dalam suasana santai. Paling seru kami bisa saling melontarkan canda, mengingat kisah konyol waktu kuliah, hingga tak terasa ini seperti meminjam istilah Hambar Wiyadi, “Kita ngumpul seperti ini Jajan Imun.”
Langsung diterima tawa renyah teman lain. Istilah Jajan Imun mungkin terdengar receh. Tapi bila diresapi memiliki makna yang mendalam. Betapa di usia senior awal seperti kami-kami ini hati yang bahagia, berbagi tawa yang seru tanpa bikin sakit hati menjadi vitamin mujarab bagi jiwa dan tubuh yang sehat.
Paling seru ketika Aden mulai bermain gitar. Ini sesi musik yang selalu ada di setiap kumpul kami. Uniknya tanpa kode saat Aden memainkan lagu kami yang ikut nyanyi spontan bisa mengikuti. Maklum kami tumbuh dengan lagu-lagu Beatles, Mick Jaeger, Chicago, Rod Stewart dan sejenisnya. Kami bisa bernyanyi hingga 3 jam lebih. Mau lagu rock hingga melow kami sikat.
Lupakan vokal yang merdu atau indah. Siapapun yang mau bernyanyi silakan. Suara Fals sudah biasa, kalau ada yang salah-salah paling kami hanya tertawa. Atau pun tidak tahu lagu akan mencari lagu lain yang kami bisa. Pokoknya tak ada yang menghentikan kami ‘konser.’
Tak terasa waktu berkumpul akhirnya berakhir. Minggu siang selepas makan siang kami bersiap pulang. Ada wacana kami akan trip ke Badui Dalam dan Belitung. Semoga tahun depan terwujud dan teman-teman yang belum bisa ikut kali ini bisa bergabung.
Trip kali ini telah selesai. Minggu malam teman-teman berkabar sudah sampai di rumah masing-masing. Yang pasti, tali silahturahmi tetap melekat, persahabatan tetap erat dan kami semua pulang dengan satu kehangatan yang masih menggema di sudut hati kami. Sampai jumpa di perjalanan berikutnya teman-teman terkasih! (yani*/)