Cara Melacak Santa Claus di Malam Natal Dengan Pelacak NORAD 2025.

Pelacak Santa NORAD akan online pada tanggal 24 Desember ini. Waktunya pukul 6 pagi ET (1100 GMT) 11:00 GMT adalah pukul sebelas pagi waktu Greenwich Mean Time, yang setara dengan waktu di zona waktu yang berbeda tergantung letak geografisnya, misalnya lebih siang di wilayah timur seperti Indonesia (GMT+7 jadi 18:00 WIB)

0 45

Depok Ikkela.com (24/12/2025) – Saat Santa Claus terbang melintasi langit dengan kereta luncur dan rusa kutubnya, itu adalah pemandangan magis Natal yang sering terlihat dalam cerita, dihiasi bintang atau rembulan, membawa kegembiraan saat ia mengantarkan hadiah ke seluruh dunia, bahkan ada yang bisa melihat ISS Stasiun Luar Angkasa Internasional yang mirip kereta Santa Claus lewat sebagai penampakan nyata di Malam Natal.

Pelacak Santa NORAD Nort American Aerospace Defense Command (Komando Pertahanan Dirgantara Amerika Utara) akan aktif pada tanggal 24 Desember ini. Waktunya pukul 6 pagi ET (1100 GMT) 11:00 GMT adalah pukul sebelas pagi waktu Greenwich Mean Time, yang setara dengan waktu di zona waktu yang berbeda tergantung letak geografisnya, misalnya lebih siang di wilayah timur seperti Indonesia (GMT+7 jadi 18:00 WIB).

Anak-anak dari segala usia yang ingin tahu di mana Santa Claus berada dapat menghubungi (+1) 877-HI-NORAD (877-446-6723) atau mengunjungi NORADSanta.org.

Semuanya bermula pada Malam Natal tahun 1955, ketika seorang anak yang bersemangat mengangkat telepon untuk menghubungi Santa Claus dan malah secara tidak sengaja menghubungi fasilitas pertahanan udara militer AS.

Fasilitas itu dioperasikan oleh Komando Pertahanan Udara Kontinental (CONAD), pendahulu Komando Pertahanan Dirgantara Amerika Utara saat ini, dan seharusnya hanya dapat diakses oleh beberapa perwira tinggi terpilih dan Presiden Amerika Serikat.

Namun pada Malam Natal tahun 1955, para penerbang yang kebingungan, yang biasanya bertugas melacak pesawat dari wilayah udara asing, malah berperan sebagai Sinterklas berkat anak yang salah menekan nomor telepon. Kecelakaan itu dengan cepat menjadi tradisi dan, seperti banyak tradisi lainnya, kisah asal-usulnya mulai berkembang seusuai zaan dari tahun ke tahun, terkadang terdapat salah cetak nomor telon  dalam sebuah iklan.

Namun, apa pun kebenaran dari panggilan telepon pertama yang menentukan itu, pada tahun 1960, NORAD telah mempublikasikan pembaruan tentang posisi Santa setiap Natal, dan tahun 2025 tidak berbeda. “Musim Natal ini menandai tujuh dekade Komando Pertahanan Dirgantara Amerika Utara melacak Santa Claus di radar saat ia menerbangkan kereta luncur bertenaga rusa kutubnya mengelilingi dunia,” tulis Departemen Pertahanan AS dalam sebuah pernyataan seperti diberitakan space.com.

“Setiap tahun pada tanggal 24 Desember, Santa Claus dan rusa kutubnya lepas landas dari Kutub Utara sangat pagi untuk perjalanan terkenal mereka mengelilingi dunia. Begitu mereka lepas landas, NORAD mulai melacaknya.”

Namun, meskipun NORAD melacak penerbangan Santa Claus di seluruh dunia pada Malam Natal, bukan berarti komando pertahanan udara mengetahui rute Kris Kringle sebelumnya.

“NORAD melacak Santa, tetapi hanya Santa yang mengetahui rutenya, yang berarti kami tidak dapat memprediksi di mana dan kapan dia akan tiba di rumah Anda,” kata seorang pejabat senior NORAD dalam pernyataan tersebut.

Pernyataan militer AS mencatat bahwa pilot pesawat tempur telah mencegat kereta luncur Santa Claus berkali-kali selama bertahun-tahun saat ia memasuki wilayah udara NORAD.

Pernyataan Departemen Pertahanan sebelumnya yang tidak lagi tersedia daring (versi arsipnya tersedia di space.com ) menyatakan bahwa NORAD mampu melacak Santa menggunakan sensor infrared pada satelit yang dirancang untuk mendeteksi panas dari peluncuran roket atau rudal.

“Saat Santa terbang melintasi langit, satelit melacak posisinya dengan mendeteksi hidung Rudolph, yang memancarkan sinyal inframerah yang mirip dengan sinyal rudal.”

Hidung Rudolph adalah hidung rusa kutub legendaris yang berwarna merah menyala, menjadi ciri khasnya dalam cerita Natal, yang secara ilmiah dijelaskan karena kaya akan pembuluh darah, memungkinkannya mengatur suhu dan menghangatkan udara dingin ekstrem, sehingga membantunya memimpin kereta luncur Sinterklas di tengah kabut tebal.

Hidung merah ini pada dasarnya adalah adaptasi fisiologis untuk bertahan di lingkungan kutub, namun dalam kisah, menjadi simbol keunikan yang membawanya menjadi pahlawan Sejak tahun 1970-an, NORAD telah menggunakan serangkaian satelit yang dikenal sebagai Defense Support Program (DSP): Atau Program Dukungan Pertahanan  untuk mendeteksi kilatan panas dan cahaya terang yang dipancarkan oleh rudal balistik antar benua dan peluncuran roket Sistem berbasis satelit yang menggunakan detektor inframerah untuk deteksi dini peluncuran luar angkasa, dan ledakan nuklir.

Selain itu, Angkatan Luar Angkasa AS saat ini meluncurkan satelit untuk membangun konstelasi peringatan dini inframerah baru yang dikenal sebagai SBIRS-GEO (Space Based Infrared System Geosynchronous Earth Orbit) maksudnya merujuk pada konstelasi satelit Angkatan Luar Angkasa AS di orbit geostasioner, yang menyediakan pengawasan inframerah berkelanjutan untuk peringatan rudal yang penting, pertahanan rudal, kesadaran medan pertempuran, dan intelijen teknis, menggunakan sensor pemindaian dan pengamatan yang canggih untuk mendeteksi peluncuran rudal dan peristiwa inframerah lainnya secara global.

Satelit-satelit canggih ini bekerja bersama dengan sensor di Orbit Elips Tinggi (HEO) dan sistem darat untuk membentuk lapisan pertahanan keamanan nasional yang penting, menawarkan deteksi dini dan pelacakan ancaman.

Untuk meningkatkan kemampuan militer AS dalam mendeteksi dan melacak peluncuran. Satelit-satelit ini memiliki sensor yang terus-menerus memindai seluruh Bumi, memberikan kemampuan peringatan rudal 24/7. Sensor pada satelit SBIRS juga lebih sensitif daripada sensor pada pesawat ruang angkasa DSP, yang pada akhirnya akan dihentikan penggunaannya seiring selesainya konstelasi SBIRS.

Lebih dari 1.000 relawan, termasuk warga sipil dan personel militer berseragam, menyumbangkan waktu mereka setiap Natal di markas besar NORAD di Pangkalan Angkatan Luar Angkasa Peterson di Colorado Springs, Colorado. Para relawan menjawab ratusan ribu panggilan telepon setiap tahun, menurut pernyataan Departemen Pertahanan AS. (dari berbagai sumber bch*/)

Leave A Reply

Your email address will not be published.