Perayaan Natal Bersama Tiga Kementerian, Menteri Kebudayaan Tegaskan Peran Keluarga dan Kebudayaan sebagai Perekat Bangsa

0 6

Jakarta, Ikkela.com (15 Januari 2026) – Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon, menghadiri Perayaan Natal bersama Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, serta Kementerian Kebudayaan yang diselenggarakan di Plaza Insan Berprestasi, Kompleks Kemendikdasmen, Jakarta, rabu (14/12/2026) kemarin.

Mengangkat tema “Allah Hadir Untuk Menyelamatkan Keluarga”, perayaan Natal bersama ini menjadi momentum refleksi bersama akan pentingnya keluarga sebagai fondasi kehidupan, sekaligus penguatan nilai persatuan, toleransi, dan kebinekaan yang menjadi jati diri bangsa Indonesia.

Dalam sambutannya, Menteri Kebudayaan menyampaikan ucapan selamat Natal dan Tahun Baru kepada seluruh umat Kristiani di lingkungan tiga kementerian tersebut. “Saya mengucapkan Selamat Hari Natal dan Tahun Baru 2026. Semoga tahun yang akan datang menjadi lebih baik dari tahun sebelumnya, membawa harapan baru, kedamaian, dan kebaikan bagi kita semua,” ujarnya.

Fadli Zon kemudian menegaskan bahwa Indonesia memiliki kekayaan kebudayaan yang luar biasa sebagai kekuatan pemersatu bangsa. Ia menjelaskan bahwa keberagaman yang dimiliki Indonesia merupakan mega diversity yang tercermin dalam berbagai ekspresi budaya dan menjadi modal sosial yang sangat penting. “Dari sisi kebudayaan, Indonesia dianugerahi kekayaan yang luar biasa. Keberagaman ekspresi budaya ini seharusnya menjadi binding power kita, bukan sebagai ancaman, tetapi menjadi kekuatan yang menyatukan,” tutur Menteri Kebudayaan.

Dirinya juga menilai bahwa toleransi dan kerukunan umat beragama di Indonesia merupakan anugerah yang patut disyukuri bersama. Selama hampir 81 tahun kemerdekaan, Indonesia mampu tetap berdiri kokoh di tengah keberagaman suku, agama, ras, dan golongan, yang menunjukkan bahwa persatuan nasional menjadi modal utama bangsa untuk terus maju dan berkembang. Ia juga menyoroti tingginya tingkat toleransi dan kerukunan umat beragama di Indonesia yang menjadi ciri khas bangsa.

“Indonesia adalah salah satu negara yang memberikan penghormatan kepada hampir semua agama melalui hari besar keagamaan. Ini menunjukkan bahwa toleransi dan kerukunan umat beragama di Indonesia sungguh luar biasa,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Menteri Kebudayaan mengaitkan tema Natal dengan pentingnya menjaga keluarga sebagai unit terkecil namun paling fundamental dalam kehidupan berbangsa. Keluarga dipandang sebagai tempat pertama pembentukan nilai dan karakter, sekaligus penopang lahirnya generasi penerus yang berdaya saing dan berakhlak di tengah keberagaman. “Keluarga adalah fondasi utama yang menjamin lahirnya generasi muda yang kuat, berkarakter, dan mampu meneruskan kepemimpinan bangsa di tengah perbedaan,” ucap Menteri Kebudayaan Fadli Zon.

Sementara itu, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti, menyampaikan bahwa tema Natal tahun ini sejalan dengan komitmen Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah dalam memperkuat keluarga sebagai basis pembentukan karakter dan kehidupan berbangsa yang rukun. Penguatan keluarga, sekolah, masyarakat, dan ruang-ruang sosial lainnya dinilai penting untuk membangun generasi yang unggul, toleran, dan siap hidup di tengah keberagaman. “Bhinneka Tunggal Ika tidak hanya dimaknai sebagai berbeda-beda tetapi tetap satu, melainkan bahwa perbedaan itu sendiri adalah persatuan, unity is diversity,” ujarnya.

Ketua Panitia Perayaan Natal, Febry H.J. Dien, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya perayaan Natal bersama tiga kementerian ini. “Perayaan Natal ini adalah wujud nyata kebersamaan dan kolaborasi lintas kementerian. Kami bersyukur atas dukungan semua pihak sehingga acara ini dapat terlaksana dengan penuh sukacita,” ungkapnya. Ia juga menegaskan harapan agar kebersamaan ini dapat terus terjaga di tahun-tahun mendatang.

Dalam kesempatan tersebut hadir tiga menteri, yakni Menteri Kebudayaan Fadli Zon, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti, serta Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto, yang turut menyerahkan bantuan dan tali kasih bagi para korban bencana alam di Sumatera. Bantuan tersebut disalurkan melalui satuan tugas Kemendikdasmen, Kementerian Kebudayaan, dan Kemendiktisaintek sebagai wujud kepedulian dan kasih Natal kepada saudara-saudara yang terdampak bencana di Sumatera Barat, Sumatera Utara, dan Aceh.

Perayaan ini juga dihadiri oleh Wakil Menteri Kebudayaan, Giring Ganesha Djumaryo, beserta jajaran Kementerian Kebudayaan, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, dan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi.

Menutup sambutannya, Menteri Kebudayaan kembali menegaskan pesan persatuan dan harapan bagi masa depan Indonesia. “Dengan kolaborasi, saling menghargai, dan merawat kebudayaan, saya yakin persatuan kita akan semakin kuat. Inilah modal besar kita untuk tumbuh, berkembang, dan melangkah bersama menuju Indonesia Emas 2045,” pungkasnya. (bch*/)

Leave A Reply

Your email address will not be published.