Masjid Raya Nurul Huda Villa Pertiwi Gelar Tabligh Akbar Peringatan Isra Mi’raj Nabi Besar Muhammad SAW

KH Drs. Ahmad Tajudin MA “jadikan sholat sebagai senjata, jadikan sholat sebagai panduan hidup dan jadikanlah sholat sebagai sarana bermunajat memperbaiki diri, meperbaiki situasi dan kondisi negara ini.

0 27

Depok Ikkela.com (17 Januari 2026) – Peringatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW kembali dirayakan umat Islam pada 27 Rajab 1447 Hijriah atau Jumat, 16 Januari 2026.

Di berbagai daerah di Kota Depok dan sekitarnya, Isra Mi’raj kerap diperingati dengan ceramah keagamaan, zikir bersama, dan doa yang dilaksanakan di masjid maupun di rumah bersama keluarga.

Bagi warga Villa Pertiwi Kelurahan Sukamaju Cilodong Depok, momen ini menjadi waktu yang tepat untuk memperbanyak amalan sunnah dan meningkatkan kualitas ibadah.

Masjid Raya Nurul Huda Villa Pertiwi Kota Depok Jawa Barat memperingati Isra Mi’raj pada Sabtu (16/12) di Aula Masjid Nurul Huda. yang tidak dimaksudkan sebagai ibadah ritual yang disyariatkan, melainkan sebagai sarana syiar dan pengingat sejarah Islam.

Tradisi ini lahir di berbagai daerah Indonesia jauh setelah wafatnya Rasulullah SAW, sebagai ekspresi umat Islam dalam mengenang peristiwa besar yang melahirkan kewajiban shalat lima waktu.

Dalam peristiwa inilah Allah SWT mewajibkan salat lima waktu kepada umat Islam. Karena itu, Isra Mi’raj menjadi pengingat penting bagi umat Islam untuk menjaga shalat sebagai ibadah utama dan tiang agama.

Acara peringatan Isra Mi’raj di Masjid Raya Nurul Huda sudah terasa setelah sholat maghrib berjamaah dengan melantunkan kitab-kitab seperti Al-Barzanji atau Anwarul Bahiyyah dan Rotib Al-Kubro serta Tajul Arusy.

Dipimpin langsung Ketua DKM Masjid Raya Nurul Huda dan Ustadz Abdulah sampai menjelang Isya. Tampak Jamaah Sholat Maghrib dengan semangat bertawasul.

Tawasul sering dirujuk karena mengandung riwayat perjalanan Nabi Muhammad SAW, termasuk Isra Mi’raj, yang dapat digunakan sebagai wasilah doa.

Pada intinya, setiap sholawat yang ditujukan kepada Nabi Muhammad SAW dapat menjadi perantara doa untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT, terutama dalam momen peringatan Isra Mi’raj.

Azan panggilan sholat isya menggema, sholat Isya berjamaah dipimpin Imam Masjid Nurul Huda Al-mukarom Ustadz Dede dengan khusuk jamaah menjadi makmum.

Setelah selesai menunaikan Ibadah Shoat Isya. Para jamaah bersiap menata diri, undangan Ibu-ibu Majelis Taklim Villa Pertiwi dan remaja santri serta anak-anak mulai berdatangan dengan semangat Mikraj mulai duduk rapih memenuhi tempat terpisah dengan kaum bapak. Dihadiri oleh warga sekitar masjid dan tamu undangan para alim ulama, sesepuh, ketua RW 15, 16 dan 13 serta pengurus RT didalamnya.

Tibalah saat nya acara tabligh dimulai,  acara dibuka oleh Ustadz Zaenal Mutaqien dengan sempurna sebagai pemandu acara. Diawali dengan iringan sholawat bergema. mengagungkan puji-puji Rasulullah Muhammad SAW.

Acara dimulai dengan sekapur sirih oleh ketua DKM Masjid Raya Nurul Huda. Dalam sambutan Ketua DKM H Humroni menekankan pentingnya ukhuwah Islamiah dalam menyelenggarakan kegiatan keagamaan.

“Bersilaturahim sesama warga Villa Pertiwi dan sekitarnya, saling mengenal Kembali, dan merasakan kebersamaan dalam satu majelis”, Dalam kesempatan itupun H.Humroni menyapaikan “terima kasih untuk semu pihak yang telah membantu terselenggara acara dengan baik”, lalu etua DKM mengundang para Hadirin makan bersama di gedung serbaguna ketika tabligh berakhir. Tutupnya

Acara berlanjut, jamaah dipersembahkan lantunan ayat suci Alqur’an yang dibawakan oleh Qori Ustadz H. Mahmud Sp yang mebacakan Surah Al-Isra (mengisahkan perjalanan malam dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa) dan Surah An-Najm  (mengisahkan perjalanan Mi’raj ke Sidratul Muntaha)  Ustaz Mahmudm engakhiri bacaan dengan ‘Sholawat Senandung al-Qur`an” dan “Sholawat Jibril” Bersama Jamaah mengisi ruang-ruang masjid dan terasa takziem.

Sebagai acara Puncak KH Drs. Ahmad Tajudin MA. Pimpinan Majelis Taklim Tashfiatul Qolbi Lil Ilmi Wadzikir Jakarta, memberikan Cermah Utama tentang Peristiwa Isra Mi’raj melambangkan perjalanan spiritual Rasulullah Muhammad SAW, keteguhan iman, dan pentingnya shalat dalam Islam.

Peristiwa Isra’ Mi’raj tidak hanya menjadi pilar spiritual yang mendalam bagi umat Islam, namun juga mengandung sejumlah hikmah yang relevan dan dapat diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari.

Dijelaskan “jangan sampai kita memperingati Isra Mikraj hanya sebatas seremonial saja, tapi berbekas, orang mukmin ini bersaudara. sesungguhnya sholat mencegah yang keji dan yang munkar”

Dalam ceramahnya Ustadz Ahmad Tajudin Disyariatkannya shalat lima waktu langsung tanpa perantara selama Isra’ Mi’raj menegaskan posisi shalat sebagai tiang agama dalam kehidupan umat Islam.

“Karena itu beribadah kepada Allah karena rasa cinta, siapa senang berjumpa dengan Allah, Allah pun akan senang berjumpa dengan kita” tegasnya

Perjalanan Isra’ Mi’raj memberikan pembekalan dan ketangguhan kepada Rasulullah SAW dalam menghadapi tantangan dakwah. Kisah ini mengingatkan umat Islam tentang pentingnya persiapan dan ketangguhan dalam menghadapi setiap tantangan.

Dalam kondisi saat ini di Indonesia dan dunia pada umumnya Lebih lanjuta Ustadz Ahmad Tajudin dalam satu wawancara menjelaskan bahwa “ummat Islam ini harus disadarkan untuk kembai ke Masjid, dirikan sholat lima waktu berjamaah buat bapak-bapak, Allah akan turunkan keberkahan, dan saat ini Indonesia taubatan nasuha, jaga persatuan dan perbedaan khilafiah secara syariat itu ditinggalkan” ungkapnya

“yang harus disatukan adalah tujuan untuk mendapatkan ridho dari Allah, kita ditakdirkan berbeda tetapi kita juga harus satu bahwa orang mukmin itu ditakdirkan bersaudara, itu kuncinya, maka Indonesia akan kuat” jelasnya.

“Bukan hanya Namanya saja terbanyak tapi kekuatan Indonesia itu luar biasa, makanya dunia ini mengharapkan kebangkitan Islam dari negeri ini diharapkan dari negeri ini karena Muslim terbesar di dunia”

Dalam penutupnya KH Ahmad Tajudin MA mengatakan “jadikan sholat sebagai senjata, jadikan sholat sebagai panduan hidup dan jadikanlah sholat sebagai sarana bermunajat memperbaiki diri, meperbaiki situasi dan kondisi negara ini”.

“Sholat yang sesungguhnya Adalah terus membangun diri, mengenali diri kita, artinya orang yang bagus sholatnya maka akan bagus juga perangainya dan negara ini akan beruntung apabila orang-orang muslim/Islam di Indonesia ini memahami begitu pentingnya kedudukan sholat didalam diri kita bukan untuk kepentingan Allah tapi untuk kebaikan kita. Pungkasnya. (iwnbch*/)

Leave A Reply

Your email address will not be published.