Pesona Belitung Mercusuar Pelangi di Provinsi Babel
Belitung, novel dan film fenomenal "Laskar Pelangi" karya Andrea Hirata memiliki kaitan yang sangat erat. Belitung, sebuah pulau di provinsi Bangka Belitung, adalah latar kisah nyata yang menginspirasi cerita tersebut, kesuksesan karya itu yang kemudian mempopulerkan Belitung sebagai tujuan wisata yang dikenal sebagai "Bumi Laskar Pelangi". Seorang wisatawan domestik mengirimkan sebuah catatan perjalanan atas kekaguman Pulau Belitung dibagi dalam tiga lantunan cerita
Catatan perjalanan : Miad
Penyunting : Alden
Hari 1 Lajur Laskar Pelangi

Bandara Soeta Pagi itu 28 November 2025 tampak cerah. Di penghujung tahun ini Yayasan Kesejahteraan Pegawai Perusahaan Umum Percetakan Uang Republik Indonesia atau disebut (Yapetri) melakukan kegiatan Family Gathering, pesawat mengalami delay sekitar 3 jam yang seharusnya kami berangkat ke Belitung jam 7 pagi, kami landing jam 10 siang, syukurnya team visit belitong tour yang merupakan travel agent lokal belitung yang kami gunakan sebagai tour operator sangat tanggap dan profesional mengubah jadwal kami untuk menyesuaikan jam kami di belitung, kami di jemput di Bandara belitung menggunakan Bus semacam jenis medium dengan kapasitas 35 seat, karena hanya 22 orang jadi lumayan lega untuk sarana transportasi kami selama di belitung
Di belitung kami disambut oleh Pak Dedi selaku pemandu wisata , Bang Miat selaku asisten pemandu wisata merangkap sebagai fotografer dan videografer, serta bang Rijal sebagai sopir bus , dengan kecerian mereka sangat membantu dan informatif
Hari Jumat kita awali dengan menunaikan ibadah sholat Jumat di Masjid Desa Badau, Kecamatan Badau kabupaten Belitung, setelah sholat Jumat kita langsung diajak menuju ke kota Manggar kabupaten Belitung Timur, untuk makan siang di restoran Fega, setelah 1 jam perjalanan kita tiba restoran ini memiliki pemandangan sebuah danau yang cukup indah, ini bukan danau alami, tapi danau yang terbentuk karena penambangan Timah sejak awal tahun 1950 an, terdapat lubang tambang dekat Sungai Bandoeng, sekarang menjadi salah satu tempat wisata yang ada Kampung Baru, Manggar, Belitung Timur.
Pulau Belitung ini memiliki dua Kabupaten. Belitung dan Kabupaten Belitung Timur, pulau belitung masuk dalam wilayah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, hasil dari pemekaran Provinsi Sumatra Selatan pada tahun 2000.
Setelah makan siang di restoran Fega dengan kuliner khas belitung menu Gangan ikan menu favorit rasanya enak dan segar. Setelah mengisi amunisi perut, kami langsung diajak mengunjungi destinasi wisata Museum Kata Andrea Hirata. Sekitar 30 menit perjalanan tibalah ditempat tujuan. Museum kata Andrea Hirata ini, merupakan inisiasi sang penulis novel terkenal “Laskar Pelangi”
Museum kata merupakan museum sastra pertama yang ada di Indonesia, di dalam museum banyak sekali buku koleksi buku dan kata kata yang ditulis di setiap sudut museum, letaknya dan susunannya yang estetik membuat tiap sudut dan ruangan di dalam museum ini menjadi tempat foto yang instragamble, di samping museum ada sebuah warung kopi khas Belitung bernama Kopi Kuli, jadi setelah foto ria kita langsung seruput Kopi.

Tujuan selanjutnya kita menuju ke Replika Sekolah Dasar Laskar Pelangi, bangunan ini merupakan replika dari SD Muhammadiyah Gantong, tidak ada ada kegiatan belajar mengajar disini, Replika SD dibangun untuk kebutuhan syuting film Laskar pelangi pada tahun 2008 lalu dan sampai sekarang menjadi objek wisata yang ada di kabupaten Belitung timur tepatnya di Desa Lenggang, Kecamatan Gantung, Kabupaten Belitung Timur, Kepulauan Bangka Belitung.
Selanjutnya kita menuju ke pantai Tanjung Pendam yang terletak di Kota Tanjung Pandan Kabupaten Belitung, tepat 17.30 waktu setempat kami tiba di pantai tersebut untuk melihat sang Mentari terbenam siluet matahari terbenam kami dipantai ini yang mempesona, hamparan pasir ini merupakan pantai barat nya pulau Belitung, Malas berangkat menikmati merah merona semburat Mentari perlahan redup. Malas beranjak tapi kami harus menikmati suasana lain ke restoran nelayan, makanan lautnya seperti mengajak menikmati santap malam bersama, Indah dan nikmat. Tidak terasa sejak perjalanan dimulai kami harus langsung berangkat ke hotel untuk melanjutkan perjalanan selanjutnya esok hari.
Hari ke-2 trip island hopping
Jam 8 pagi setelah sarapan kami langsung dijemput di hotel, team dari visit Belitong tour sebagai tour operator kami sudah standby di lobi hotel grand hatika tempat kami menginap, setelah cukup untuk energi selanjutnya, kami semua langsung masuk ke bus untuk menuju pantai Tanjung Kelayang, memulai kegiatan island hopping trip Belitung ini, tour guide kami menjelaskan bahwa perjalanan ke pantai Tanjung Kelayang hanya membutuhkan waktu sekitar 30 menit perjalanan, diselingi lelucon-lelucon lucu dari tour guide , kami menjelaskan segala macam tentang alam Belitung yang mempesona, tidak kami sudah tiba di pantai Tanjung Kelayang

Setelah narsis di sekitar pantai Tanjung Kelayang kita langsung mengenakan jaket pelampung keselamatan, sebelum tes adrenalin sedikit naik ke kapal wisata yang disiapkan, kapal kayu cadik khas pesisir Indonesia, entah berapa peka menggunakan mesin PS 100 dan berkapasitas 30 orang kami naik diatas palka dengan antusias layaknya seorang Mualim masa kini.
Cuaca cerah hari itu, ombak laut yang tenang dan perairan berwarna hijau toska memukau kami, pulau pulau kecil yang di hiasi batuan granit berusia purba konon 480 juta tahun lamanya membentuk alam Belitong sangat menawan dan indah berpadukan pasir putih yang lembut di pantainya menjadikan kerinduan akan terus hadir di tempat ini.
Akhirnya kami tiba di pulau pertama. Pulau kecil yang memang kecil menurut saya, bernama pulau babi kecil, lucu seraya tertawa pemandu wisata menyebutkan nama pulau tersebut kepada kami, pulau ini hanya seluas 200 meter persegi, tapi pemandangan indahnya luar biasa, pohon kelapanyiur melambai hanya tampak 3 batang dan batuan granit tua menutupi pulau ini, serasa seorang Sultan sedang berlibur, dan segera dokumentasi tim dari kunjungan belitong tour mengabadikan momen tersebut menggunakan perangkat drone dan kamera mirrorless , seolah-olah kami tidak boleh kehilangan suasana untuk diabadikan. Setelah puas bergaya bak selebritas bercengkrama dengan pantai pulau babi kecil, kami langsung berangkat ke pulau selanjutnya. Pulau Lengkuas kami datang.!
Berjarak kurang lebih 2 mil pulau Lengkuas, tampak memanggil, pulau paling jauh yang berada di perairan utara pulau Belitung ini, tidak berpenghuni. Hanya mercusuar peninggalan pemerintah Belanda,yang dibangun pada tahun 1883, Mercusuar yang berwarna putih itu masih kokoh berdiri sampai sekarang dan statusnya masih aktif digunakan para pelaut dibawah sebagai penunjuk arah, karena perairan laut ini merupakan alur pelayaran penting bagi Indonesia, dan dikelola oleh kementrian Perhubungan RI.
Nah kami melakukan kegiatan outbond di pulau ini, dibawah pohon kelapa yang rindang semua team berkumpul membentuk lingkaran untuk mengikuti simulasi fun games yang telah di atur dan di pandu oleh team dari visit belitong tour, ditingkahi gembira, ceria bersama keluarga dan sahabat tercinta, selepas itu kami menikmati kelapa muda dan makan pempek khas Belitung, tak luput nirwana ini kami abadikan pulau lengkuas yang indah ini sayang untuk dilewatkan.

Selanjutnya kami diajak oleh team visit belitong untuk kegiatan snorkling di sekitaran pulau lengkuas, menyaksikan pemandangan bawah laut ini sangat mengesankan, terumbu karang yang masih terjaga serta ikan laut warna warni sangat membuat alang kepalang senang, satu jam tidak terasa, setelah itu kami menuju Pulau Kelayang untuk menikmati makan siang, ditepi pantai nan elok dan bersih, sajian seafood menggugah selera, semuanya habis kami santap, setelah makan kami bersantai sejenak di pondok warung makan di pulau ini sambil bermain air dan ber swa foto.
Setelah puas bercengkrama kami langsung diajak kembali ke pantai Tanjung Kelayang untuk bilas dan ibadah sholat di mushola pendopo Pantai, setelah itu rombongan bergerak mengunjungi pantai Tanjung Tinggi atau lebih dikenal sebagai pantai Laskar Pelangi !
Dihiasi batu-batu granit raksasa yang menjulang tinggi, seolah tersusun rapi, luar biasa takjub dengan pesona pemandangannya. Alampun tampak berzikir untuk Sang Pencipta. Sampai tak terasa hari sudah beranjak senja. Sebagai puncak kekaguman perjalanan ini
Kami kembali ke kota Tanjung Pandan untuk memilih buah tangan dan menikmati kopi kongdjie , kopi tiam khas Belitung, selanjutnya makan malam di restoran belitung tempo dulu, sajian khas tradisional masyarakat Belitung yang ramah dan berkesan.
Hari 3 wisata buah tangan
Tak begitu cepat petualangan ini, tibalah hari ke 3, pukul 9 pagi kami check out team dari visit belitong tour sudah standby di lobi hotel untuk menjemput kami, sarapan tuntas kami memasuki bus pariwisata tujuan ke pusat dengan merasakan makanan dan aksesoris khas Belitung, KLAPA. Oleh-oleh disana untuk berbelanja kebutuhan buah tangan untuk dibawa pulang ke rumah, hampir jam 2 kami berbelanja di toko ini seperti berbagai macam kerupuk ikan, keripik telur cumi, keripik buah sukun, terasi belitung, kopi bubuk belitung, lada putih dan lain-lain yang merupakan produk andalan dari pulau Belitung, berbagai macam kaos kaos bertemakan gambar berbagai destinasi pulau belitung juga ada Disini.
Selanjutnya kami langsung menuju ke pusat kota Tanjung Pandan untuk menikmati sajian mie rebus Belitung, namanya mie atep, salah satu warung mie yang paling melegenda di kota ini, letaknya di pusat kota Tanjung Pandan,t letaknya di kawasan bundaran Satam Belitung, rasanya enak dan gurih, sepertinya jaangan sering datang dan mampir lalu coba rasakan mie rebus belitung “Atep”
Perjalan terus menuju rumah adat Belitong yang berada di samping rumah dinas Bupati Belitung, bentuk rumah panggung khas melayu, karena 80% lebih masyarakat belitung adalah orang melayu, jadi kami langsung memasuki rumah tersebut berfoto bersama sambil mendengarkan pemandu kami tentang adat istiadat melayu Belitung, uniknya tradisi perkawinan orang melayu belitung dan kehidupan masa lampau mereka, 30 menit kami disana, mengabadikan momen didepan rumah panggung megah tersebut. lanjut lagi untuk menuju ke sentra peternakan madu Trigona Belitung
15 menit menjelang kami tiba di “honey queen bee farm” sebuah tempat peternakan madu yang dipadukan dengan rumah makan dan minuman dari paduan makanan madu, tempat nya cukup jauh dari rumah penduduk menjadikan tempat ini sangat asri, memiliki banyak pohon pelawan yang tumbuh dan dirawat oleh pengelola, karena lebah trigona ini memanfaatkan bunga dari pohon pelawan utk memproduksi madu, jangan lupa kami cicipi makanan yang di jual, termasuk pisang goreng madu, singkong goreng dan bakwan goreng serta minuman segar segar, serta menunaikan sholat dzuhur di mushola, Hampir 1 jam saatnya kami menuju ke Bandara H. AS Hanandjoeddin Tanjung Pandan Belitung untuk kembali ke Jakarta. Sayonara Belitung, Mercusuar Pelangi Dari Sumatera Timur.