Duta Besar Prancis untuk Indonesia Perkuat Bidang Kebudayaan dan Museum

0 29

Jakarta, Ikkela.com (28 Januari 2026) – Pemerintah Indonesia dan Pemerintah Prancis menegaskan komitmen untuk memperkuat kerja sama strategis di bidang kebudayaan, permuseuman, dan warisan budaya melalui kunjungan delegasi tingkat tinggi Prancis ke Kantor Kementerian Kebudayaan, Jakarta.

Pertemuan ini merupakan tindak lanjut dari penandatanganan serangkaian perjanjian kerja sama kebudayaan yang disepakati pada kunjungan kenegaraan dan pertemuan Presiden Republik Prancis Emmanuel Macron dengan Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto dan di Candi Borobudur, Magelang pada 29 Mei 2025 lalu.

Menteri Kebudayaan Republik Indonesia pada pertemuan strategis ini menyambut langsung Duta Besar Prancis untuk Indonesia, Fabien Penone, yang juga memperkenalkan tim task force bidang kebudayaan dan museum, yang terdiri atas perwakilan Centre des Monuments Nationaux (CMN), Grand Palais RMN, dan École du Louvre, Prancis.

Tim tersebut ditunjuk oleh Pemerintah Prancis untuk mengidentifikasi dan merealisasikan perjanjian kerja sama antara kedua negara, dengan berdasarkan kebutuhan Indonesia.

Pertemuan strategis ini menegaskan posisi kebudayaan sebagai salah satu pilar utama kerja sama bilateral kedua negara, yang merupakan tindak lanjut deklarasi bersama Presiden Prabowo dan Presiden Macron serta Menbud RI, Fadli Zon dan Menbud Prancis, Rachida Dati.

Dalam pertemuan tersebut, kedua pihak membahas implementasi enam perjanjian kerja sama kebudayaan yang telah ditandatangani, mencakup sektor film dan audiovisual, kerja sama permuseuman, kajian koleksi bersama École Française d’Extrême-Orient, serta penguatan pengelolaan dan peningkatan nilai ekonomi museum dan situs warisan budaya.

“Budaya telah menempati posisi yang sangat penting dalam agenda pertukaran tingkat tinggi antara Indonesia dan Prancis, termasuk dalam kunjungan kenegaraan Presiden Emmanuel Macron dan kunjungan resmi Presiden Prabowo Subianto ke Prancis.

Deklarasi Borobudur menjadi fondasi kerja sama jangka panjang yang menyatukan ‘soft power‘ kedua negara, dengan museum dan situs warisan sebagai pintu masuk utama diplomasi budaya,” ujar Menteri Kebudayaan Republik Indonesia.

Menbud juga memaparkan perkembangan terkini di bidang arkeologi dan prasejarah, termasuk penemuan seni gua tertua di dunia di Muna yang berusia sekitar 67.800 tahun, serta pengelolaan Situs Warisan Dunia Sangiran yang terus direvitalisasi.

Penemuan dan pengelolaan ini menurutnya membuka peluang besar bagi penguatan kerja sama riset, konservasi, dan narasi ilmiah dengan lembaga-lembaga Prancis.Duta Besar Prancis, Fabien Penone, dalam kesempatan tersebut menyampaikan bahwa Indonesia kini menempati posisi penting dalam kajian prasejarah dunia dan menjadi mitra strategis Prancis di bidang kebudayaan dan ilmu pengetahuan.

“Kerja sama kebudayaan Indonesia–Prancis telah menjadi model kemitraan jangka panjang. Tahun Inovasi Prancis–Indonesia menjadi kerangka penting untuk memperkuat kerja sama museum, warisan budaya, pendidikan, dan mobilitas akademik. Melalui pendekatan kemitraan sejati, kita membangun solusi yang berangkat dari kebutuhan Indonesia,” ujar Duta Besar Prancis.

Pada pertemuan tersebut kedua negara menyepakati misi kebudayaan ini pada awalnya akan berfokus pada tiga prioritas utama, yakni peningkatan nilai ekonomi museum dan situs, melalui peningkatan pengalaman pengunjung dan teknologi digital, penguatan model ekonomi museum melalui pengembangan area komersil, serta pelatihan profesional di bidang museologi dan konservasi, khususnya terhadap Museum Nasional Indonesia yang diharapkan menjadi benchmark pemajuan Museum. Ketiga prioritas tersebut didukung oleh keahlian CMN, Grand Palais RMN, dan École du Louvre yang saling melengkapi.

Selain itu, dalam bidang pengembangan sumber daya manusia, kedua negara juga sepakat memperkuat kerja sama pendidikan melalui skema beasiswa dan mobilitas akademik, termasuk pemanfaatan program khusus Prancis–LPDP untuk jenjang magister dan doktoral. Kerja sama ini diharapkan dapat memperkuat kapasitas nasional Indonesia di bidang museologi, kuratorial, penulisan naskah, dan manajemen museum.

Turut hadir mendampingi Menteri Kebudayaan pada kesempatan ini, yakni Direktur Jenderal Diplomasi, Promosi, dan Kerja Sama Kebudayaan, Endah T.D. Retno Astuti; Direktur Jenderal Pengembangan, Pemanfaatan, dan Pembinaan Kebudayaan, Ahmad Mahendra; Staf Ahli Bidang Hukum dan Kebijakan Kebudayaan, Masyitoh Annisa Ramadhani Alkatiri; Staf Ahli Bidang Ekonomi dan Industri Kebudayaan, Anindita Kusuma Listya; dan Kepala Museum dan Cagar Budaya, Indira Esti Nurjadin.

Melalui kerja sama ini, Indonesia dan Prancis menegaskan kembali bahwa kebudayaan bukan hanya warisan masa lalu, tetapi juga fondasi strategis untuk membangun masa depan bersama, memperkuat hubungan antar masyarakat, serta memperdalam kemitraan bilateral yang inklusif dan berkelanjutan. (rlsbch*\)

Leave A Reply

Your email address will not be published.