Empat Babak Dunia Andien, dari Town of Suarasmara hingga Winamp Party Portal

Limbah dari Konser Suarasmara dikelola & Jejak karbon yang dikeluarkan diimbangi lewat program carbon of set

Jakarta Ikkela.com (15/11/2025) – ANDIEN adalah musisi Indonesia multitalenta dan dengan genre yang beragam. Selain berkarya di dunia musik, Andien juga memiliki perhatian terhadap isu sosial dan lingkungan. Mengawali karirnya pada tahun 2000, ia langsung mencuri perhatian dengan meraih penghargaan sebagai Pendatang Baru Terbaik dan Album Jazz Terbaik di tahun yang sama.

Sejak itu, ia telah merilis delapan album dan berkolaborasi dengan banyak musisi lintas genre & generasi. Hal inilah yang membuat Andien dikenal sebagai penyanyi dengan karakter musikal yang fluid dan eksploratif dengan fokus di jazz, pop, dan RnB.

Andien pernah menggelar konser tunggal bertajuk Metamorfosa pada tahun 2015 dan pada tahun 2022 membuat konser virtual bertajuk Melodi Monolog: Dan tahun ini, Pada Sabtu 15 November lalu, Andien merayakan 25 tahun perjalanan bermusik melalui Konser Suarasmara.

Konser Suarasmara yang menandai 25 tahun perjalanan Andien di industri musik Indonesia, berlangsung meriah di Istora Senayan, Jakarta. Diselenggarakan oleh RedLine dan Kala Svara Metamorfosa, konser ini didukung oleh Bank Mandiri dan Telkomsel. Sejak awal, Konser Suarasmara menampilkan dunia yang hidup dan terus berubah hingga akhir.

Kala itu penonton diajak masuk ke dunia Andien yang hangat, penuh warna, dan dinamis. Mewakili sosok Andien yang sejak awal karir dikenal gemar bereksperimen, baik dalam gaya berbusana maupun eksplorasi musikal.

Dengan arahan kreatif Shadtoto Prasetio sebagai direktur kreatif, setiap babak di Konser Suarasmara menghadirkan nuansa dan “dunia” yang berbeda, mulai dari warna musik, tata busana, hingga atmosfer emosinya. Di konser ini, Shadtoto membaginya ke dalam empat babak.

Pada babak pertama bertajuk Town of Suarasmara, seolah penonton diajak memasuki dunia ala Broadway yang cerah dan ceria. Tohpati, sebagai direktur musik mempersembahkan kepiawaiannya dalam mengaransemen bentuk orkestra jazz di beberapa lagu pembuka konser ini.

Musiknya terdengar megah, namun tetap nikmat dinikmati. Di panggung ini juga terdapat instalasi mobil-mobilan kardus karya Dusdukduk yang menjadi bagian dari dunia visual Konser Suarasmara. Di Kota Suarasmara, Andien tampil dalam balutan gaun rancangan Hian Tjen.

Babak kedua yang bertajuk Valentina Theatrum, seperti menjadi napas emosional dari Konser Suarasmara. Bersama Indra Lesmana, segmen ini kaya akan nuansa jazz yang kental seperti kala pertama Andien muncul di dunia musik. Dalam enam lagu yang dibawakannya, Andien tampil menawan dalam rancangan Ivan Gunawan, yang kali ini mengeksplorasi gaya dan fabric berbeda dari karya-karyanya sebelumnya. Vina Panduwinata juga tampil di sini dengan lagu ikonik-nya.

Memasuki babak ketiga, Windows Wonderland, penonton diajak bernostalgia ke era kejayaan 2000an yang ikonik, namun dikemas dengan sentuhan futuristik khas 2025. Bersama Wijaya 80, Andien membawakan tujuh lagu andalannya, dan dibalut dalam gaun rancangan Dibba, menciptakan kontras menarik antara memori dan modernitas.

Babak penutup Konser Suarasmara bertajuk Winamp Party Portal, menjadi kolaborasi apik bersama White Chorus. Seolah jadi penanda Andien yang mampu berkarya melintasi zaman, sebuah kolaborasi musik berselang-seling yang tak terbayangkan akan muncul dari Andien. Andien menutup konser dengan lagu Sahabat Setia dan tampil penuh gaya melalui busana rancangan Eddy Betty, menghadirkan akhir yang meriah, berkilau, dan penuh euforia.

Dunia Andien di Suarasmara Downtown Pengalaman Konser Suarasmara tak henti-hentinya di area pertunjukan konser. Sejak langkah pertama memasuki area Istora Senayan, penonton telah diajak memasuki Dunia Andien.

Penonton disambut dengan sebuah gerbang yang terbuat dari plastik daur ulang. Lalu di area foyer, hadir juga ruang pamer interaktif yang menghidupkan semangat perubahan dan keinginan. Penonton pun bisa berfoto dengan leluasa di ruang pamer ini.

Berbagai peserta pameran kreatif pun turut hadir, di antaranya Dusdukduk, Viro, Kreaby, Nouvwerk, dan Setali Indonesia, yang menghadirkan karya instalasi dengan pendekatan berkelanjutan dan eksperimental.

Rekosistem juga hadir sebagai partner daur ulang dalam konser ini. Limbah yang dihasilkan dari Konser Suarasmara akan dikelola secara bertanggung jawab dan jejak karbonnya diimbangi melalui program carbon of set, menjadikan area foyer tidak sekedar pameran, tetapi juga pernyataan tentang tanggung jawab kreatif terhadap bumi.

Hingga kini, Andien telah mengantongi sejumlah penghargaan bergengsi, termasuk 11 AMI Awards, penghargaan internasional seperti Anugerah Planet Muzik di Singapura serta Best Song& Best Music Video di New York International Film Awards 2022 untuk konser virtual Melodi Monolog: Dan Lalu (selebrasi 22 tahun Andien berkarya).

Andien percaya bahwa menjadi public figure adalah sebuah kesempatan untuk menjadi corong perubahan yang bisa membawa manfaat bagi bumi dan sosial. Ia mendirikan Yayasan Setali Indonesia yang fokus pada isu keberlanjutan fashion, mendirikan Yayasan Andien Aisyah dan juga menjadi Dewan Penasehat dari Rekosistem. Andien juga kerap berbagi hal-hal yang disenanginya di media sosial, seperti tentang wastra nusantara, pola hidup sehat, dan kesehatan mental. (bch*/)

Comments (0)
Add Comment