Kelompok Tani LMDH Kab. Sukabumi Berhasil Memproduksi Perdana Kopi ‘Kalmako’

Sukabumi Ikkela.com (10/12/2025) – Kopi Kalmako adalah kopi asli yang ditanam di lahan kelompok Tani Lembaga Masyarakat Desa sekitar Hutan (LMDH) Kabupaten Sukabumi. Jenis kopi ini berhasil di produksi perdana di wilayah sekitar hutan masyarakat yang berada di Kampung Karikil, Desa Cikurutug, Kecamatan Cireunghas – tepatnya di kawasan Gunung Kencana

LMDH merupakan binaan dari Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan melalui dinas-dinas di bawahnya hingga tingkat Kabupaten yang bertujuan agar kelompok tani LMDH memiliki kegiatan usaha dan dapat berusaha secara mandiri dengan menghasilkan sesuatu yang diterima pasar, dan salah satunya produksi kopi Kalmako.

“Pemasaran Kopi Kalmako sementara ini dilakukan dengan ikut pameran yang diikuti Kelompok Tani dan sekitar” ujar HM Dumyati Pimpinan Pondok Pesantran Daruul Hikmah Cireunghas. H. Ahmad sapaan akrabnya ini menuturkan bahwa “Pengembangan dan perluasan lahan tanam masih terus dikembangkan untuk mendukung produksi guna mengantisipasi permintaan Kopi Kalmako, baik dari pengusaha kedai kopi atau kafe-kafe, individu atau terutama pengunjung pameran”.

Lebih lanjut H. Ahmad menekankan bahwa “Jenis kopi yang ditanam adalah diarahka jenis kopi Sigaruntang, dengan maksud agar menjadi ciri khas dan menjaga kwalitas produksi yg baik dan rasa yang khas Kopi Kalmako.” harapnya.

Senada dengan A.Ahmad, Misbah mentor kelompok tani LMDH ini mengatakan”Dalam penanaman kopi bahwa potensi lahan tanam yang masih bisa dikembangkan sekitar 300 ha. Kunci utama keberhasilan produksi kopi adalah kejujuran”, Ujar Misbah yang juga duduk sebagai Pembina Kelompok Tani LMDH Kalmako. Keahliannya dalam proses produksi kopi disini diperoleh melalui berbagai pelatihan di lingkungan Kementrian KLH juga berbagai pelatihan Barista.

Misbah menjelaskan bahwa “Dalam proses produksi Kopi Kalmako diproses melalui penjemuran langsung sinar matahari, setelah kering baru kulitnya dilepas dengan tingkat kekeringan green bean tertentu barulah dibuat kopi bubuk. Cara tradisional seperti ini membuat cita rasa jadi khas. Tentu saja proses pemanenan kopi juga sangat menahan kopi yang masih hijau, semua seragam berwarna merah dan diambil hanya biji kopi yg besarnya sesuai standar Kopi Kalmako”, Tukasnya.

Bagi sebagian penggemar kopi di Sukabumi Kopi Kalmako merupakan produk baru yang berhasil di kembangkan olen santri-santri Cireunghas ini dikolaborasi dan direspon para pemilik kedai kopi. Salah satunya adalah pemilik Kedai Kopi “Teman Mendengar” Cisaat. “Kopi Kalmako, kopinya tidak terlalu pahit, aromanya wangi ada buahnya sedikit, dan rasa manisnya enak di lidah, mudah mudahan yang kokoha lebih ramah di lambung. Kopinya Robusta dan Arabika enak kalo di hambar dengan susu cocok buat selera anak anak muda, pahitnya ketutup kalo di campur susu, jadi ga kuat banget” ungkap  Fadlirrahman yang juga sebagai Pemilik Kedai Kopi “Teman Mendengar” di Cisaat – Sukabumi ini, penuh optimis.

A. Muntaha

(Pegiat Pertanian tinggal di Cireunghas Kab. Sukabumi).

Comments (0)
Add Comment