White Chambers Pindah ke Bali lahirkan Kalopsia hingga In the Meantime

Denpasar Ikkela.com (21/12/2025) — Bali “White Chambers” siap melangkah ke panggung dengan pendekatan
Psychedelic Rock / Dream-Psych yang segar dan penuh energi.

Beranggotakan empat musisi yang berani menembus batas-batas norma musik, White Chambers memadukan alur yang menghipnotis, suara yang dreamy, serta eksperimen yang memukau—membuat mereka langsung cocok di telinga para penggemar King Gizzard & The Lizard Wizard, The Claypool Lennon Delirium, Tame Impala, Turnover, hingga psychedelic fusion ala Altin Gün.

Terinspirasi dari kejayaan psych-rock era 70-an serta inovasi modern, setiap karya White Chambers membawa pendengar dalam sebuah perjalanan unik, di mana riff gitar penuh fuzz bertemu tekstur synth yang hangat, dan ritme yang berputar menggiring imajinasi menuju atmosfer berlapis emosi.

Kalopsia, Sementara Itu, Biarkan Mengalir, Berkabut, Kapal Telah Kembali

White Chambers lahir dari pertemuan kembali Jimmy (gitar & vokal) dan Yuri (bass & vokal), ketika keduanya pindah ke Bali dengan visi yang sama: menciptakan gelombang baru psychedelic yang lebih progresif dan penuh eksplorasi. Untuk memperkaya spektrum suara, Yuri menggandeng Laila (gitar & vokal) yang memiliki karakter permainan dan vokal yang atmosferik. Formasi kemudian disempurnakan oleh Rezta (drum), yang menghadirkan energi ritmis penuh dinamika dan karakter kuat.

Resmi terbentuk pada akhir tahun 2025, White Chambers langsung bergerak cepat menggarap mini album debut bertajuk “Kalopsia” yang menggambarkan ilusi keindahan dan persepsi yang menipu, menandai langkah pertama mereka memasuki dunia dream-psych yang semakin berkembang. (rlsalf*/)

Comments (0)
Add Comment