Jakarta Ikkela.com (16 januari 2026) – Setelah PSSI resmi mengumumkan John Herdman sebagai pelatih baru Tim Nasional Indonesia, pada Sabtu, 3 Januari 2026 lalu, yang menandai dimulainya era baru sepak bola nasional.
John Herdman ahirnya resmi diperkenalkan PSSI sebagai pelatih Timnas Indonesia melalui jumpa media yang digelar di Hotel Mulia, Senayan, Jakarta, Selasa (13/1) lalu.
Pada kesempatan ini hadir Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, dua Wakil Ketua Umum yakni Zainudin Amali, Ratu Tisha Destria, serta sejumlah anggota Komite Eksekutif yakni Sumardji, Endri Erawan, Vivin Sungkono, Rudy Yulianto, Ahmad Riyadh, Muhammad, dan Sekjen Yunus Nusi. Selain itu hadir Direktur Teknik Alexander Zweirs dan Pelatih Timnas U-20, Nova Arianto.
PSSI menyambut antusias kehadiran pelatih berusia 50 tahun tersebut. Ragam rekam jejak Herdman menjadi alasan utama penunjukan ini. Dia tercatat sebagai satu-satunya pelatih di dunia yang berhasil membawa tim nasional putra dan putri dari satu negara lolos ke Piala Dunia FIFA.
Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, menyerukan dukungan maksimal dari seluruh elemen sepak bola nasional usai PSSI menggelar perkenalam resmi John Herdman sebagai Pelatih Kepala Tim Nasional Indonesia.
“Saya mengharapkan dukungan maksimal dari para pemain, pengurus, dan juga pecinta sepak bola nasional yang mau menghargai proses pembentukan Timnas agar makin kompetitif,” ujarnya
Menurut Erick, visi dan pengalaman Herdman akan terwujud optimal dengan sinergi dan dukungan penuh dari semua pihak.
Erick juga menyampaikan apresiasi mendalam atas sambutan positif dari media, pengurus PSSI, dan pecinta sepakbola sejak nama John Herdman pertama kali menguak sebagai kandidat pelatih Timnas.
Momen ini menandai babak baru bagi sepak bola nasional, di mana PSSI berkomitmen penuh untuk membawa Timnas ke level yang lebih tinggi.
“Ini adalah momen di mana PSSI dan sepak bola Indonesia masuk ke era baru, ditangani pelatih seperti John Herdman,” tambahnya.
Menurut Erick, visi dan pengalaman Herdman akan terwujud optimal dengan sinergi dan dukungan penuh dari semua pihak.
John Herdman
John Herdman mendapatkan kontrak selama 2 tahun oleh PSSI untuk menukangi Timnas Indonesia dan opsi perpanjangan kontrak kedepannya.
Herdman bukan sekadar pelatih, melainkan arsitek berpengalaman membawa team ke Piala Dunia
Bersama timnas putri Selandia Baru, John Herdman tampil di Piala Dunia 2007 dan 2011, serta mencetak sejarah dengan meraih dua medali perunggu Olimpiade secara beruntun pada 2012 dan 2016.
Sementara itu, di sektor putra, Herdman sukses mengantar Kanada ke Piala Dunia Qatar 2022, momen sejarah setelah 36 tahun, sekaligus melesatkan peringkat FIFA Kanada saat itu dari posisi 77 ke 33 dunia.
Pada tahun 2026, Herdman dan Timnas Indonesia telah menanti agenda padat. Timnas Senior akan tampil di FIFA Series di Stadion Utama Gelora Bung Karno pada FIFA Match Day 23–31 Maret 2026, dilanjutkan agenda FIFA Match Day pada Juni, September, Oktober, dan November, serta Piala AFF 2026 yang dijadwalkan berlangsung mulai 25 Juli 2026.
Pelatih asal Inggris ini menyampaikan rasa senang untuk lebih memahami karakter, kultur dan hal-hal baru khususnya untuk peningkatan prestasi sepak bola Indonesia menuju prestasi dunia.
“Saya senang datang ke Indonesia bersama keluarga saya. Ini adalah negara baru, kebudayaan baru dan negara dengan fans sepak bola yang luar biasa. Ini adalah kesempatan untuk membawa prestasi sepak bola Indonesia ke panggung dunia,” kata John Herdman.
“Terima kasih kepada PSSI yang sudah memberi kepercayaan saya menjadi pelatih baru Timnas Indonesia,” tambah pelatih berusia 50 tahun tersebut.
Sebagai pelatih timnas Indonesia, John pun siap menyatukan potensi- potensi seluruh pemain, entah dari diaspora maupun lokal asal punya kualitas dan kriteria yang diinginkannya. Dia akan mengkombinasikan menjadi potensi yang positif untuk Indonesia.
“Bagi saya, saya melihat peluang dan yang terpenting adalah menerima keberagaman ini sebagai kekuatan besar untuk Garuda,” urainya.
John menilai, timnas Indonesia telah mengambil langkah dan impian besar menuju Piala Dunia 2026 namun tidak lolos. Untuk itu, dia sadar tuntutan itu akan segera berada dihadapannya.
“Tentu ada tekanan, jelas, mengingat apa yang disebutkan sebelumnya, sudah dekat, tetapi belum berhasil. Jadi, apakah sudah siap menghadapi tekanan ini, terutama dari para penggemar. Anda datang ke sebuah organisasi, memimpin sebuah tim, memikul beban sebuah bangsa. Dan beban itu bisa, bisa menjadi sebuah kutukan, atau bisa menjadi sebuah berkah,” urainya lagi.
“Kami akan mengolahnya menjadi sebuah berkah. Ini akan menjadi sebuah peluang besar yang akan terus saya bagikan kepada para pemain, karena saya pernah mengalami momen ketika sebuah negara berhenti sejenak, dan Anda lolos untuk pertama kalinya. Saya telah mengalami momen itu,” tuturnya usai mengantar Kanada lolos ke Piala Dunia 2022 sejak 1986.
John Herdman mendapatkan kontrak selama 2 tahun oleh PSSI untuk menukangi Timnas Indonesia dan opsi perpanjangan kontrak kedepannya.
Herdman juga menekankan bahwa pencapaian besar membutuhkan proses dan konsistensi. “Lolos ke Piala Dunia tidak terjadi dalam semalam. Kanada membutuhkan waktu puluhan tahun untuk mencapainya. Indonesia telah membuat satu langkah besar, langkah yang sangat penting, dan kini tugas kami adalah mengambil langkah berikutnya,” tambahnya, memberikan perspektif realistis namun penuh optimisme.
Cesar Meylan, PhD, CPSS, CSCS
Bersamaan dengan perkenalan Herdman, PSSI juga memperkenalkan Cesar Meylan sebagai pelatih performa fisik yang akan membantu Herdman dan fokus pada pengembangan aspek kebugaran, kekuatan, dan daya tahan fisik pemain.
PSSI resmi memperkuat fondasi performa Tim Nasional Indonesia dengan menghadirkan Cesar Meylan, PhD, CPSS, CSCS, sosok elite dunia di bidang pelatihan fisik dan sport performance, sebagai Asisten Pelatih Fisik Timnas Indonesia.
Meylan akan menjadi arsitek utama kebugaran, kekuatan, dan daya tahan fisik pemain Timnas, sekaligus tangan kanan Pelatih Kepala John Herdman, melanjutkan kemitraan strategis yang telah teruji selama lebih dari satu dekade di level tertinggi sepak bola internasional.
Kehadiran Cesar Meylan sebagai pelatih performa fisik menandai era baru pembinaan fisik kelas dunia bagi skuad Garuda. Ia berperan krusial di balik kesuksesan tim-tim elite, termasuk Tim Nasional Kanada dan Toronto FC, dengan pendekatan berbasis sains modern, data, dan integrasi medis.
Dengan status ilmuwan olahraga dan pelatih strength & conditioning berkelas Olimpiade, Meylan menyandang gelar Doktor (PhD) di bidang Strength & Conditioning dari AUT University, Selandia Baru. Keahliannya meliputi pengelolaan beban latihan, pencegahan cedera, pemulihan, serta optimalisasi performa atlet agar mampu tampil konsisten di level kompetisi tertinggi.
Reputasinya diakui secara global, termasuk saat ia dinobatkan sebagai Sport Scientist of the Year 2021, penghargaan bergengsi bagi tokoh yang memberi dampak signifikan dalam pengembangan performa atlet elite.
Sebelum bergabung dengan Timnas Indonesia, Cesar Meylan menjabat sebagai Director of Performance Toronto FC, serta memegang peran strategis di Canada Soccer sebagai Director, Health & Athletic Performance dan Head of Athletic Performance. Pengalamannya mencakup pengelolaan performa atlet dari level liga profesional hingga panggung terbesar dunia seperti Olimpiade dan Piala Dunia FIFA.
Kolaborasi erat Meylan dan Herdman telah menghasilkan prestasi bersejarah, termasuk medali emas Olimpiade Tokyo 2021 bersama Tim Nasional Wanita Kanada, dua medali perunggu Olimpiade sebelumnya, serta membawa Tim Nasional Pria Kanada lolos ke Piala Dunia FIFA 2022 setelah penantian panjang selama puluhan tahun.
Dalam filosofi kepelatihan Herdman, Meylan berperan penting menyelaraskan identitas taktik dengan kesiapan fisik pemain, memastikan setiap strategi dapat dieksekusi secara maksimal di lapangan. Ia dikenal mampu membangun lingkungan high performance yang menekankan disiplin, inklusivitas, dan peningkatan berkelanjutan.
Dengan bergabungnya Cesar Meylan sebagai pelatih performa fisik Timnas Indonesia, PSSI menegaskan keseriusannya membangun Tim Nasional yang lebih kuat secara fisik, tahan menghadapi intensitas tinggi, dan siap bersaing di level internasional. (bch*/)
Karier:
– Tim Nasional Sepak Bola Putri Selandia Baru (2010–2011)
– Tim Nasional Sepak Bola Putri Kanada – Kepala Performa Fisik (2011–2018)
– Tim Nasional Sepak Bola Putra Kanada (2018–2023)
– Toronto FC – Direktur Performa (2023–2025)
– Profesor Adjunct di University of British Columbia
Penghargaan Individu
– Ilmuwan Olahraga Terbaik Kanada (Canada Sport Scientist of the Year) 2021
Prestasi Tim
– Medali Emas Olimpiade Rio 2016 (Tim Putri)
– Medali Emas Olimpiade Tokyo 2020
– 3 kali tampil di Piala Dunia FIFA Putri
– Juara Kualifikasi Piala Dunia Tim Nasional Putra Kanada 2022